Hidup sangatlah panjang
Bagi kami, orang-orang ceroboh
Lewat jalan berduri
Penuh dusta. Penuh liur
Sesekali kami tergelak
Peluk duka hati
Hidup sangatlah singkat
Bagi kami, orang-orang terbuang
Meluncur bak meteor
Bercahaya. Berkedip
Gagap dalam kata
Tertawai duka diri
Hidup. Panjang. Singkat
Apa bedanya?
Mawar mekar lalu layu
Hati gembira lalu pilu
Hanya diam. Kami diam
Tak ada memahami hati
Tonny Sutedja
Vita Brevis. Hidup itu singkat. Maka jangan pernah berputus harap. Dum Spiro, Spero. Selama aku bernafas, aku berpengharapan. Tetaplah berjuang!
07 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
WAKTU
Sering, saat malam kelam, aku menatap puluhan, ratusan bahkan ribuan bintang yang kelap-kelip di langit di atas kepalaku. Panorama yang ha...
-
Hari minggu yang riuh di siang hari. Aku berdiri di selasar atrium bulat mal yang terbesar di kotaku sambil menyaksikan lalulalang ratusan o...
-
Maka tibalah saat akhir itu Kau datang dan aku pergi Taburkan kembangmu di bumi bisu Lantas pahami makna diri Suka dan duka berjarak tipis...
-
Kami yang menanti Tetap berdiri di simpang jalan Sementara sesuatu terasa menyentuh Kami sama terdiam Tirai senja menutup langit Udara jadi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar